Rabu, 01 April 2015



SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
TANDA-TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN

I.                    IDENTIFIKASI MASALAH
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan merupakan hal yang harus diketahui oleh ibu hamil maupun tenaga kesehatan. Pada setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan dan menganjurkan untuk datang ke klinik dengan segera jika ia mengalami tanda-tanda tersebut. Dari beberapa pengalaman akan lebih baik memberikan pendidikan kepada ibu dan anggota keluarganya, khususnya pembuat keputusan utama, sehingga si ibu akan di dampingi untuk mendapatkan asuhan.

II.                  PENGANTAR
Bidang studi               : Kebidanan komunitas
Topic                             : Tanda-tanda bahaya kehamilan
Subtopik                      : Mengenal tanda bahaya kehamilan
Sasaran                        : Ibu-ibu hamil dikalangan bawah
Hari/Tanggal               : 02 April 2015
Jam                                                : 09.00 – 09.40
Waktu                           : 40 menit
Tempat                        : Balai desa

III.                TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan ibu-ibu hamil dapat mengerti kepada tentang bahaya kehamilan yang disajikan.

IV.                TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 40 menit diharapkan ibu-ibu hamil akan dapat menjelaskan:
1.       Pengertian bahaya kehamilan
2.       Macam-macam tanda bahaya kehamilan
3.       Cara mencegah dan mengantisipasi

V.                  MATERI
Terlampir





VI.                MEDIA
A.      Alat Penyuluhan
1.       Proyektor
2.       Layar
3.       Laptop
B.      Media Penyuluhan
1.       Leaflet
2.       Power point

VII.              METODE
1.       Metode ceramah
2.       Metode tanya jawab

VIII.            KEGIATAN PEMBELAJARAAN

No.
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
3 menit
Pembukaan:
·         Memberi salam
·         Menjelaskan tujuan penyuluhan
·         Menyebutkan materi atau pokok bahasan yang akan disampaikan
·         Menjawab salam
·         Mendengarkan dan memperhatikan
2
15 menit
Pelaksanaan:
·         Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
·         Menyimak dan mendengarkan
3
15 menit
Evaluasi:
·         Menyampaikan secara singkat materi penyuluhan
·         Memberi kesempatan kepada responden untuk bertanya
·         Memberi kesempatan kepada responder untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
·         Meyimak dan mendengarkan
·         Tanya jawab
4
5 menit
Penutup:
·         Menyimpulkan materi yang disampaikan
·         Menyampaikan terimakasih atas perhatian dan  waktu yang telah diberikan.
·         Mengucapkan salam
·         Menjawab salam



IX.                EVALUASI
1.       Metode evaluasi              : Diskusi dan tanya jawab
2.       Jenis pertanyaan              : Lisan
3.       Jumlah soal                         : 3 soal

X.                  LAMPIRAN MATERI
Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan

1.       Pengertian tanda bahaya kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah keadaan-keadaan pada ibu hamil yang mengancam jiwa ibu dan janin yang dikandungnya selama kehamilan. Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dapat terjadi kapan saja. Mungkin ketika kehamilan masih muda, mungkin juga pada kehamilan lanjut. Tidak jarang pada saat-saat menjelang persalinan. Tanda bahya dalam kehamilan perlu kita waspadai sehingga ibu hamil dan anak yang dikandungnya sehat dan selamat.
                Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahya dan komplikasi yang lebih besar, baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas.
                Kehamilan usia dini juga memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncl akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).

2.       Macam-macam tanda bahaya kehamilan
a)      Perdarahan pervaginam
Perdarahan lewat jalan lahir dapat berupa warna merah segar atau kehitaman, banyak dan berulang, disertai atau tidak disertai nyeri perut. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta  yakni terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat perlekatannya pada dinding rahim sebelum bayi lahir.

b)      Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat, yang menetap dan tidak hilang dengan berisitirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menajadi kabur atau terbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari eklampsi.




c)       Gangguan masalah penglihatan
Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubaan ringan adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya padangan kabur atau terbayang. Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan suatu tanda pre-eklamsi.

d)      Bengkak pada muka atau tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan berbaring sambil meninggikan kaki. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung dan pre-eklamsi.

e)      Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri perut yang mengindikasikan mengancam jiwa adalah nyeri yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat, dapat didahului atau disertai dengan perdarahan lewat jalan lahir. Hal ini bisa berarti persalinan premature, solusio plasenta.

f)       Bayi kurang bergerak seperti biasa
Bayi kurang bergerak seperti biasa, ibu yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya (multigravida) dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 18-20 minggu. Bayi normal bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Jika gerakan janin kurang dari 3 kali dalam 1 jam, komplikasi yang bisa timbul adalah IUFD (intra uteri fetal death).

g)      Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua factor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin test) merah menjadi biru.

h)      Mual muntah yang berlebihan
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormone estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormone ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit.

3.       Cara mencegah atau mengantisipasi
Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah dan diatasi dengan baik bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikinya, dan kenyataannya, bayak dari faktor resiko ini sudah dapat diketahui sejak sebelum konsepsi terjadi. Jadi semakin dini masalah dideteksi, semakin baik untuk memberikan penanganan kesehatan bagi ibu hamil maupun bayi. Juga harus diperhatikan bahwa pada beberapa kehamilan dapat mulai dengan normal, tetapi mendapatkan masalah kemudian.
Sangat penting bagi setiap ibu hamil untuk melakukan:
1.       ANC secara rutin
2.       Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang seperti: sayuran hijau, lauk, buah, susu hamil/ susu kedelai/ kacang hijau.
3.       Istirahat yang cukup
4.       Olahraga ringan misalnya: jalan-jalan
5.       Dukungan dari keluarga
6.       Hindari stres dengan tidak berpikir berat
7.       Jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat atau beresiko dan jangan sampai capek
8.       Bila timbul keluhan yang meresahkan, segera pergi ke tenaga kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan
9.       Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
10.   Hindari rokok, alcohol, dll
Anjuran mencegah kehamilan risiko tinggi:
1.       Usia hamil tidak kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
2.       Rencanakan jumlah anak 2 orang saja.
3.       Hindari jarak kehamilan secara terlalu dekat atau terlalu jauh.
4.       Memeriksa kehamilan secara teratur kepada tenaga kesehatan
5.       Menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan
6.       Melahirkan dengan pertolongan tenaga kesehatan.

Rabu, 17 Juli 2013

Artikel untuk Tugas Fisika Gelombang Longitudinal Berbahasa Indonesia dan Inggris

Gelombang Longitudinal

Gelombang adalah getaran yang merambat pada suatu medium atau tanpa medium dengan tidak disertai perambatan bagian-bagian medium itu sendiri.

Gelombang logitudinal adalah gelombang yang merambat dalam arah yang berimpitan dengan arah getaran pada tiap bagian yang ada. Gelombang yang terjadi berupa rapatan dan renggangan.

Contoh gelombang longitudinal yaitu gelombang suara di udara. Udara sebagai medium perambatan gelombang suara, merapat dan meregang sepanjang arah rambat gelombang udara. Berbeda dengan gelombang air atau gelombang tali,gelombang suara tidak bisa kita lihat menggunakan mata. Jika seseorang suka mendengarkan musik, biasanya dia memutarnya dengan volume yang keras. Jika anda memiliki waktu coba perhatikan sebuah loudspeaker. Perhatikan gerakan loudspeaker tersebut, pasti bergerak maju mundur. Hal itu akan menghasilkan getaran, dan getaran itulah yang akan menghasilkan rapatan dan regangan pada dara sehingga timbul gelombang suara.

Contoh Gambar Gelombang Longitudinal :

-       Gelombang suara di udara.



-          Gelombang pada slinki yang diikatan kedua ujungnya pada statif kemudian diberikan usikan pada salah satu ujungnya.




Sebagaimana getaran, gelombang juga mempunyai periode gelombang (T). Periode gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak sepanjang satu gelombang. Jarak sepanjang satu gelombang inilah yang selanjutnya disebut panjang gelombang, dilambangkan (λ) lamda. Adapun perbandingan antara panjang gelombang dan periodnya merupakan kecepatan merambat gelombang (v). Dengan demikian, secara matematis hubungan antara panjang gelombang (λ), period gelombang (T), dan cepat rambat gelombang (v) dapat dirumuskan:

v=λ/T        v=λ.T


Dengan v = cepat rambat gelombag (m/s), λ = panjang gelombang (m), dan T = periode gelombang (s)






Longitudinal wave

Wave are vibrations that propagate in a medium with or without medium propagation along parts of the medium itself.


Longitudinal wave is a wave that propagates in a direction coincident with the direction of vibration in each section there. Waves occur in the form of density and sprawl.


Examples of longitudinal waves are sound waves in the air. Air as the medium of sound propagation, docked and stretched along the direction of propagation of the airwaves. In contrast to water waves or waves of string, sound waves we can not see using the eyes. If someone likes to listen to music, play with her ​​usual loud volume. If you have time try to notice a loudspeaker. Note the movement of the loudspeaker, definitely move back and forth. It will produce vibration, and vibration that will produce density and strain on virgin causing sound waves.


Example picture of Longitudinal Wave :

-          Sound Waves in the Air


-          Waves on slinki at both ends to tie stative then given perturbed at one end.


As vibration, waves also have wave periods (T). Wave period is the time it takes to cover the distance along the wave. Distance along the wave was then called the wavelength, denoted (λ) lambda. The comparison between the wavelength and the period is creeping wave velocity (v). Thus, the mathematical relationship between wavelength (λ), wave period (T), and the propagation of the wave (v) can be formulated:

v=λ/T        v=λ.T


With v = wave propagation speed (m / s), λ = wavelength (m), and T = wave period (s)

Selasa, 27 November 2012

Semua orang berfikir hidup itu menyenangkan, padahal hidup itu susah butuh perjuangan untuk itu
Berusaha bangkit berjuang jangan melihat masa lalu jangan buat sebuah penyesalan yang amat sangat dan gunakan waktu dengan sebaik mungkin
(´▽`ʃƪ)
Jump to: navigation, search
The Big Bang Theory
BigBangTheoryTitleCard.png
Genre Sitcom[1]
Created by Chuck Lorre
Bill Prady
Directed by Mark Cendrowski
Starring
Theme music composer Barenaked Ladies
Opening theme "Big Bang Theory Theme"[3][4]
Country of origin United States
Language(s) English
No. of seasons 6
No. of episodes 119 (List of episodes)
Production
Executive producer(s) Chuck Lorre
Bill Prady
Steven Molaro
Producer(s) Faye Oshima Belyeu
Editor(s) Peter Chakos
Camera setup Multi-camera
Running time 18–22 minutes (without commercials)
Production company(s) Chuck Lorre Productions
Warner Bros. Television
Broadcast
Original channel CBS
Picture format 1080i (HDTV)
Audio format DTS-HD Master Audio 5.1
Original run September 24, 2007 – present
External links
Website
The Big Bang Theory is an American sitcom created by Chuck Lorre and Bill Prady, both of whom serve as executive producers on the show, along with Steven Molaro. All three also serve as head writers. It premiered on CBS on September 24, 2007.[5]
The show is centered on five characters: roommates Leonard Hofstadter and Sheldon Cooper, two physicists employed at the California Institute of Technology (Caltech); Penny, a waitress and aspiring actress who lives across the hall; and Leonard and Sheldon's equally geeky and socially awkward friends and co-workers, aerospace engineer Howard Wolowitz and astrophysicist Rajesh Koothrappali. The geekiness and intellect of the four guys is contrasted for comic effect with Penny's social skills and common sense.[6][7] Over time, supporting characters have been promoted to starring roles: Leslie Winkle, a physicist colleague at Caltech and, at different times, a lover of both Leonard and Howard; Bernadette Rostenkowski, Howard's fiancée (later his wife), a microbiologist and former part-time waitress alongside Penny; Stuart Bloom, the cash-strapped owner of the comic book store the characters often visit, and neuroscientist Amy Farrah Fowler, who joins the group after surreptitiously being matched to Sheldon on a dating website.
The show, which is filmed in front of a live audience, is produced by Warner Bros. Television and Chuck Lorre Productions.[8] In August 2009, the sitcom won the best comedy series TCA award and Jim Parsons (Sheldon) won the award for individual achievement in comedy.[9] In 2010, the show won the People's Choice Award for Favorite Comedy, while Parsons won a Primetime Emmy Award for Outstanding Lead Actor in a Comedy Series.[10] On January 16, 2011, Parsons was awarded a Golden Globe for Best Performance by an Actor in a Television Series – Comedy or Musical, an award that was presented by co-star Kaley Cuoco. On September 18, 2011, Parsons was again awarded an Emmy for Best Actor in a Comedy Series.
When the third season premiered on September 21, 2009, The Big Bang Theory ranked as CBS's highest-rated show of that evening in the adults 18–49 demographic (4.6/10) along with a then-series-high 12.83 million viewers.[11] CBS moved the show to Thursdays at 8:00 ET for the 2010–2011 schedule. On January 12, 2011, CBS announced that the show had been renewed for an additional three years, extending it through the 2013–2014 season.[12]