SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
TANDA-TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN
I.
IDENTIFIKASI
MASALAH
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan
merupakan hal yang harus diketahui oleh ibu hamil maupun tenaga kesehatan. Pada
setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana
mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan dan menganjurkan untuk datang ke
klinik dengan segera jika ia mengalami tanda-tanda tersebut. Dari beberapa
pengalaman akan lebih baik memberikan pendidikan kepada ibu dan anggota
keluarganya, khususnya pembuat keputusan utama, sehingga si ibu akan di
dampingi untuk mendapatkan asuhan.
II.
PENGANTAR
Bidang studi :
Kebidanan komunitas
Topic :
Tanda-tanda bahaya kehamilan
Subtopik :
Mengenal tanda bahaya kehamilan
Sasaran :
Ibu-ibu hamil dikalangan bawah
Hari/Tanggal :
02 April 2015
Jam :
09.00 – 09.40
Waktu :
40 menit
Tempat :
Balai desa
III.
TUJUAN
INTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti kegiatan
penyuluhan selama 40 menit, diharapkan ibu-ibu hamil dapat mengerti kepada
tentang bahaya kehamilan yang disajikan.
IV.
TUJUAN
INTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti kegiatan
penyuluhan selama 40 menit diharapkan ibu-ibu hamil akan dapat menjelaskan:
1.
Pengertian bahaya kehamilan
2.
Macam-macam tanda bahaya kehamilan
3.
Cara mencegah dan mengantisipasi
V.
MATERI
Terlampir
VI.
MEDIA
A.
Alat Penyuluhan
1.
Proyektor
2.
Layar
3.
Laptop
B.
Media Penyuluhan
1.
Leaflet
2.
Power point
VII.
METODE
1.
Metode ceramah
2.
Metode tanya jawab
VIII.
KEGIATAN
PEMBELAJARAAN
|
No.
|
Waktu
|
Kegiatan
Penyuluhan
|
Kegiatan
Peserta
|
|
1
|
3 menit
|
Pembukaan:
·
Memberi salam
·
Menjelaskan tujuan penyuluhan
·
Menyebutkan materi atau pokok bahasan yang
akan disampaikan
|
·
Menjawab salam
·
Mendengarkan dan memperhatikan
|
|
2
|
15 menit
|
Pelaksanaan:
·
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan
dan teratur
|
·
Menyimak dan mendengarkan
|
|
3
|
15 menit
|
Evaluasi:
·
Menyampaikan secara singkat materi penyuluhan
·
Memberi kesempatan kepada responden untuk
bertanya
·
Memberi kesempatan kepada responder untuk
menjawab pertanyaan yang dilontarkan
|
·
Meyimak dan mendengarkan
·
Tanya jawab
|
|
4
|
5 menit
|
Penutup:
·
Menyimpulkan materi yang disampaikan
·
Menyampaikan terimakasih atas perhatian
dan waktu yang telah diberikan.
·
Mengucapkan salam
|
·
Menjawab salam
|
IX.
EVALUASI
1.
Metode evaluasi :
Diskusi dan tanya jawab
2.
Jenis pertanyaan :
Lisan
3.
Jumlah soal :
3 soal
X.
LAMPIRAN
MATERI
Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan
1.
Pengertian tanda bahaya kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah
keadaan-keadaan pada ibu hamil yang mengancam jiwa ibu dan janin yang
dikandungnya selama kehamilan. Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dapat terjadi
kapan saja. Mungkin ketika kehamilan masih muda, mungkin juga pada kehamilan
lanjut. Tidak jarang pada saat-saat menjelang persalinan. Tanda bahya dalam
kehamilan perlu kita waspadai sehingga ibu hamil dan anak yang dikandungnya
sehat dan selamat.
Kehamilan
risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahya dan
komplikasi yang lebih besar, baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang
dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas.
Kehamilan
usia dini juga memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu
belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncl
akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional
ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).
2.
Macam-macam tanda bahaya kehamilan
a)
Perdarahan pervaginam
Perdarahan lewat jalan lahir dapat
berupa warna merah segar atau kehitaman, banyak dan berulang, disertai atau
tidak disertai nyeri perut. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta yakni terlepasnya sebagian atau seluruh
plasenta dari tempat perlekatannya pada dinding rahim sebelum bayi lahir.
b)
Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama
kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam
kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit
kepala yang hebat, yang menetap dan tidak hilang dengan berisitirahat.
Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan
bahwa penglihatannya menajadi kabur atau terbayang. Sakit kepala yang hebat
dalam kehamilan adalah gejala dari eklampsi.
c)
Gangguan masalah penglihatan
Karena pengaruh hormonal, ketajaman
penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubaan ringan adalah normal.
Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah
perubahan visual mendadak, misalnya padangan kabur atau terbayang. Perubahan
penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin
merupakan suatu tanda pre-eklamsi.
d)
Bengkak pada muka atau tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu hamil
akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore
hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan berbaring sambil
meninggikan kaki. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul
pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan
keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung
dan pre-eklamsi.
e)
Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri perut yang mengindikasikan
mengancam jiwa adalah nyeri yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan
beristirahat, dapat didahului atau disertai dengan perdarahan lewat jalan
lahir. Hal ini bisa berarti persalinan premature, solusio plasenta.
f)
Bayi kurang bergerak seperti biasa
Bayi kurang bergerak seperti biasa,
ibu yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya (multigravida) dapat
merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 18-20 minggu. Bayi normal
bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat
dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Jika gerakan janin kurang dari 3 kali
dalam 1 jam, komplikasi yang bisa timbul adalah IUFD (intra uteri fetal death).
g)
Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini
adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena
berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh
kedua factor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal dari
vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di
vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin
test) merah menjadi biru.
h)
Mual muntah yang berlebihan
Mual (nausea) dan muntah (emesis
gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan
trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap
saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari
pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual
muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Satu diantara
seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini
disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormone estrogen dan HCG dalam serum.
Pengaruh fisiologik kenaikan hormone ini belum jelas, mungkin karena sistem
saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat
menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang
berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu
dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan
gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit.
3.
Cara mencegah atau mengantisipasi
Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah dan
diatasi dengan baik bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat
dilakukan tindakan perbaikinya, dan kenyataannya, bayak dari faktor resiko ini
sudah dapat diketahui sejak sebelum konsepsi terjadi. Jadi semakin dini masalah
dideteksi, semakin baik untuk memberikan penanganan kesehatan bagi ibu hamil
maupun bayi. Juga harus diperhatikan bahwa pada beberapa kehamilan dapat mulai
dengan normal, tetapi mendapatkan masalah kemudian.
Sangat
penting bagi setiap ibu hamil untuk melakukan:
1.
ANC secara rutin
2.
Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang
seperti: sayuran hijau, lauk, buah, susu hamil/ susu kedelai/ kacang hijau.
3.
Istirahat yang cukup
4.
Olahraga ringan misalnya: jalan-jalan
5.
Dukungan dari keluarga
6.
Hindari stres dengan tidak berpikir berat
7.
Jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat
atau beresiko dan jangan sampai capek
8.
Bila timbul keluhan yang meresahkan, segera
pergi ke tenaga kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan
9.
Bila ditemukan kelainan risiko tinggi
pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
10.
Hindari rokok, alcohol, dll
Anjuran mencegah kehamilan risiko tinggi:
1.
Usia hamil tidak kurang dari 20 tahun atau lebih
dari 35 tahun.
2.
Rencanakan jumlah anak 2 orang saja.
3.
Hindari jarak kehamilan secara terlalu dekat
atau terlalu jauh.
4.
Memeriksa kehamilan secara teratur kepada tenaga
kesehatan
5.
Menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda
kehamilan
6.
Melahirkan dengan pertolongan tenaga kesehatan.





